Archive for the ‘january’ Category

h1

semuanya berawal dari 1

January 1, 2011

love isn’t finding a perfect person, it’s seeing an imperfect person perfectly (Sam Keen)

disela-sela waktu kerjaku saat ini, tahukah apa yang sedang kulakukan?
untuk mengusir sesak di kepala, untuk membuat semuanya terasa ringan?
menyeduh secangkir kopi
melihat saat air dan kopi mulai bercampur
melihat diriku dan dirimu yang kini perlahan menjadi satu

berulang-ulang kuputar sendok dalam cangkir
yang bening pun mulai mengeruh
begitu pun dengan serbuk yang mulai menghilang
ada yang kemudian larut, ada yang menggumpal, ada pula yang seolah diam dan tak larut
seperti kita kadang mengalah kadang keras kepala

lalu aku terdiam sejenak
tenang menatap busa yang mengapung-apung di atasnya
meresapi aku dan kamu, cerita tentang kita
menyusuri lorong waktu, kembali ke cerita lama kita masing-masing
ceritamu, masa lalumu, sebatas yang aku tahu, sebatas apa yang kamu ceritakan
lalu ceritaku, masa laluku, apa yang telah aku jalani
tentang apa yang telah aku pertahankan dan apa yang telah aku lepaskan

masing-masing dari kita, setengahnya pernah merasakan sakitnya cinta
setengah dari kamu, pernah terluka, mungkin masih berbekas sampai sekarang
setengah dariku, pernah punya luka yang sama, bahkan mungkin lebih dalam, sampai ke tulang
dan masing-masing dari kita, datang dengan setengah yang lain
dan kini perlahan menjadi satu yang utuh
aku pikir apa yang berawal dari setengah lebih mudah daripada yang asalnya dua dan dipaksa untuk menjadi satu
betul kan???

inilah yang aku rasakan, aku utuh karena kamu
karena setengah darimu telah melengkapiku
dan semoga setengah dariku pun melengkapimu
karena sayang ini bukan sesuatu yang aku hitung setiap harinya
karena cinta ini bukan sesuatu yang aku gambar satu per satu
aku hilang dalam hitungannya
dan tersesat dalam setiap goresannya
apa yang aku punya denganmu melebihi dari apa yang aku kira sebelumnya
hanya karena sebuah alasan sederhana
karena denganmu, semuanya lebih dari cukup

terimakasih atas satu tahun yang lalu 🙂

kau baca atau tidak tulisan ini, yang jelas aku hanya ingin mengatakan pada dunia…ya…pada dunia..bukan hanya padamu, dan sekitar kita, tapi seluruh isi dunia bahwa aku sangat mencintaimu…

Advertisements
h1

jangan takut gelap

January 27, 2010

ku menuju ruang rahasiaku, dimana hampir separuh hidupku kuhabiskan

ku buka pintu, dan tak kunyalakan lampu

biarkan gelap menemaniku malam ini

karena gelap selalu melindungiku dari kelelahan

dan kini aku mulai nyaman dengan tersalahkan





[setiabudi, 26 januari]

h1

i love you!

January 19, 2010

Untuk cinta yang tanpa syarat : I love you.

Untuk pertengkaran-pertengkaran kecil antara kita dulu : I love you.

Untuk pukulan kasih sayang saat ku beranjak besar : I love you.

Untuk amarah atas semua kenakalanku : I love you.

Untuk ciuman di kepala saat ku tertidur di atas meja : I love you.

Untuk belaian tanda betapa besar kasih sayangmu : I love you.

Untuk obrolan-obrolan santai di waktu luang : I love you.

Untuk curhat-curhat yang membuatku merasa ‘penting’ dan dipercaya : I love you.

Untuk nasihat berharga yang tidak menggurui: I love you.

Untuk kata-kata bijkasana yang tak pernah membuatku bosan : I love you.

Untuk ketegasan dalam mendidik seorang aku : I love you.

Untuk didikan agar aku menjadi manusia yang tak lemah : I love you.

Untuk kesabaran atas setiap masalah yang aku hadapi : I love you.

Untuk tidak pernah lupa menelepon, “Gimana kabarnya? Baik-baik aja kan? Jaga kesehatan ya…Jangan lupa doa dan ibadahnya…” : I love you.

Untuk sepasang mata tajam yang memberikan sinar keteduhan saat tatapan kita bertemu : I love you.

Untuk menempatkan saya sebagai prioritas, dalam hati dan kehidupan : I love you.

Untuk ajaran-ajaran agar aku tidak mudah putus asa : I love you.

Untuk senantiasa menekankan bahwa cobaan hidup menjadikanku setegar karang : I love you.

Untuk kerelaan berkorban tanpa pernah mengharap pamrih : I love you.

Untuk kebanggaan yang kau berikan : I love you.

Untuk setiap tetes keringat dan tekad yang selalu saya kagumi : I love you.

Untuk ketekunan dan ketabahan yang membuatku semakin mengerti makna bersyukur : I love you.

Untuk doa yang selalu kau panjatkan di setiap sujudmu : I love you.

Untuk kerelaan menjemput dan mengantarku saat aku melangkah demi masa depanku : I love you.

Untuk percakapan serius yang membuatku merasa dipandang sudah dewasa : I love you.

Untuk candaan yang selalu membuatku tertawa : I love you.

Untuk kekonyolan yang selalu aku rindukan : I love you.

Untuk dukungan di setiap pilihan hidupku : I love you.

Untuk selalu ada, kapan pun, dimana pun : I love you.

Untuk setiap helai uban dan kerut di wajah yang semakin bertambah seiring dengan usiamu, yang menandakan betapa lamanya kita telah bersama dan saling menyayangi : I love you.

Thank you for making me the luckiest woman on the earth, Dad. I will always love you.

h1

adakah yang bisa menjawab?

January 17, 2010

salahkah bila terlalu cinta?

salahkah bila berharap semua kan kembali?

bahkan otak-nya sendiri tak mampu mengendalikan…


every day in her mind

h1

mendadak “autis”

January 17, 2010

Yang aku tau autis adalah adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masih balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Semakin penasaran…akhirnya kucari lebih jauh tentang “apa itu autis“, tentunya dengan bantuan si mbah google.

Ternyata ada beberapa ciri-ciri yang menjukkan bahwa seorang anak mengalami gangguan ini.

Interaksi Sosial (minimal 2):
1. Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju
2. Kesulitan bermain dengan teman sebaya
3. Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat
4. Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah

Komunikasi Sosial (minimal 1):
1. Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal
2. Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris
3. Bahasa aneh & diulang-ulang/stereotip
4. Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi social

Imaginasi, berpikir fleksibel dan bermain imaginatif (minimal 1):
1. Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya
2. Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna
3. Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda

Setelah mencari tahu tentang “apa itu autis“, aku mencoba berpikir kembali dan mengamati sesuatu yang berubah akhir-akhir ini pada diriku sendiri.

1. Akhir-akhir ini aku jarang sekali melakukan kontak mata dengan seseorang, seringnya malah berkontak dengan laptop yang ada di depan.
2. Ekspresi mukaku selalu datar atau mungkin cenderung tampak serius. Tiap hari disuguhi sederetan coding yang dari jaman nenek gue belum lahir sampe sekarang belum juga kelar (lebay!!!), memaksa otot mukaku untuk tidak bergerak.
3. Setiap orang yang bertemu denganku, selalu menemukan aku dalam posisi tubuh yang begitu-begitu aja, dalam posisi duduk dan menghadap laptop.
4. Kesulitan bermain dengan teman sebaya. Jangankan teman sebaya, teman beda umur pun jarang ada yang kuajak main. Tiap hari maenannya cuma sama laptop doank!
5. Aku sih masih bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi karena sekalinya bicara aku hanya bertanya gimana cara nyelesaiin coding ini.
6. Selalu saja mengulang bahasa-bahasa aneh seperti “arrrrrrgggghhhhh….“, “dooooohhhhh….” dan “gimana seeeeehhhhh….“.
7. Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna. Hampir setiap hari kerjaannya di depan laptop, ketik sana ketik sini, pencet sana pencet sini, klik sana klik sini. Seminggu hampir 7 hari dan sehari lebih dari 12 jam.
8. Selalu melakukan gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Kalo sudah di atas jam 12 siang, selalu saja menaruh salah satu tangan di depan mulut untuk menutup udara yang keluar dari mulut  (read : menguap karena ngantuk), mengangkat kedua tangan ke atas sambil berusaha menarik-narik badan (read : mulet-mulet apa sih bahasa Indonesia-nya?), serta menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan berulang-ulang.

Nah… ciri minimal setiap aspek sudah aku penuhi semua. Kalau begini sudah jelas bukan??? Bahwa aku ini anak “autis“!!!

h1

sekali-kali sereeemmm…

January 13, 2010

Sudah menjadi makanan sehari-hari jika harus pulang paling lambat di antara yang laen. Di saat teman-teman sudah terbaring di ranjang masing-masing, aku masih saja (sok) menyibukkan diri di depan laptop. Mending kalo sibuk-sibuk di kamar, ini di kantor sodara-sodara!!! Walopun mau pulang cepet atau enggak hasilnya sama aja, sama-sama ndak bikin kaya :p

Jarang-jarang seorang tata dibuat takut oleh dunia lain, apalagi dapat panggilan “wanita perkasa” (hmmm…kangen denger itu lagi). Tapi malam ini rasanya ada yang beda. Apa karena habis ngobrol tentang dunia lain (lah???katanya kerja koq malah ngobrol!!!) atau karena harinya yang sedang mistis? Ah…enggak juga…ini masih malam Kamis, bukan kliwon juga rasanya.

Suasana memang mendukung, sepi sunyi senyap, meskipun masih ada orang lain. Sebenernya sampai sebelum hari ini aku nggak pernah takut sama yang begituan. Beneran deh. Suer. Cumaaa…mmm…malam ini rasanya telinga ku sedikit lebih sensitif dibanding sebelum-sebelumnya, padahal sengaja pake headset buat nyamarin suara-suara aneh pake lagu. Tapi….suara itu…





tuh kan…kedengeran lagi…





haduh…tiba-tiba hidung ku ikut-ikutan sensitif juga. Ada bau-bau aneh. Pasti bau itu…Tapi koq???





ooowwwhhh ternyata bunyi kentut ku 😀

*masuk angin akibat kebanyakan begadang*

h1

belok kanan : kepulauan seribu!

January 9, 2010

Kata Mbak Anita Roddick, the best school in life is travel, so…let’s start our studying from here!

Berawal dari perbincangan tak berujung tentang libur panjang yang berturut-turut, malah berakhir dengan keheningan. Mengapa? Karena terlalu banyak yang direncanakan, terlalu banyak pilihan, terlalu banyak orang dan yang pasti belum ada yang gajian apalagi kenaikan!

Entah bagaimana ceritanya tepat sehari sebelum libur tahun baru, ada salah satu teman yang nantinya jadi salah satu peserta rombongan, mendadak ngajakin liburan ke Kepulauan Seribu. Dengan semangat ’98, langsung kuteter pertanyaan, kapan, sama sapa dan gimana caranya? Awalnya peserta hanya terdiri dari 11 orang, lalu ada satu peserta asing yang ngebet banget pengen ikut (sebenarnya seh dianya nggak pengen liburan tanpa aku hihihi), dan pas hari H ada 2 orang yang mengundurkan diri karena yang satu sakit dan satunya merasa punya kewajiban untuk menjaga yang sedang sakit, maka jumlah peserta jadinya hanya 10 orang. Lumayan kan? Lumayan ngurangin biaya maksudnya :D. Bagaimana kisah selanjutnya?
Read the rest of this entry ?