
masih ingin bermain…
October 16, 2009Hmmm…ini lah yang banyak dikhawatirkan oleh beberapa manusia, sebuah penyakit (penyakit koq sebuah seh…doooh…apa dong???) yang oleh kebanyakan disebabkan oleh “kulino”, “kulino” karena “ora ono liyo”…hahaha..
Dia hanya menutup hati, dan tak mau membiarkan wanita lain memasukinya kecuali satu, wanita yaang dikenalnya sejak 11 tahun silam. Hmmm…cukup lama juga, itu karena hanya dua wanita dalam hidupnya yang sampai sekarang bisa membuatnya menangis, ibunya dan satu wanita itu, katanya…
Semua dimulai dari hubungan pertemanan. Keduanya masih suka ingusan saat pertama kali berkenalan. Sampai akhirnya “kulino” itu berubah menjadi “tresno”. Tak kuasa dia utarakan perasaannya, dia hanya bisa bersembunyi dengan perasaannya di balik hubungan pertemanan saja. Dan suatu hari, wanita itu sudah ada pemiliknya, dia tetap saja betah dalam persembunyiannya. Entah apakah dia memang hobi maen petak umpet, atau enggak berani menerima hasil akhirnya?
Sebelas tahun dia bermaen petak umpet dengan perasaannya, dan wanita itu tetap tidak tahu, atau mungkin tidak mau tau bahwa sebenarnya dia sedang diajak bermain petak umpet? Tidak ada yang tau, bahkan wanita itu sendiri. Wanita itu hanya tertarik dengan permainan yang ditawarinya, sebuah persahabatan yang dia anggap benar-benar tulus tanpa ada imbal baliknya. Sempat wanita itu berpikir bahwa enggak ada istilah “semuanya gratis…” pasti ada embel-embel dibelakangnya, tapi wanita itu benar-benar tidak mengharapkan embel-embel apapun karena dia sudah merasa nyaman dengan apa yang ditawarkan sebelumnya, tidak berharap lebih apalagi kurang.
Hingga suatu saat, pria itu yakin sudah tiba saatnya keluar dari persembunyiannya dan memenangkan permainan ini. Tapi kenyataan tidaklah selalu sesuai dengan harapan. Lagi-lagi wanita itu sudah ada pemiliknya. Kali ini dia benar-benar lelah…lelah bersembunyi, lelah dengan permainan nya sendiri, lelah dengan “kulino”-nya, lelah dengan semuanya dan dengan terpaksa mengakhiri permainan yang sudah dia jalani selama 11 tahun hanya dengan sehari saja…
Tidak selalu ditolak itu menyakitkan, karena ternyata menolak lebih menyakitkan…karena ditolak artinya kau hanya tidak mendapatkan sesuatu, sedangkan menolak, artinya kau kehilangkan sesuatu, apalagi jika sesuatu yang kau hilangkan dengan tanganmu sendiri itu adalah sebuah persahabatan yang enggak bisa dibayar dengan waktu yang sama.
Wanita itu masih tetap menunggu, menunggu apa yang telah hilang, suatu saat bisa dia dapatkan kembali. Apa yang dulu pernah ditawarkan padanya, ditawarkan padanya kembali, sebuah persahabatan yang masih tetap berharga baginya.
hem… betul-betul-betul…
bingung…
permainan yang menyakitkan semua orang.. orang2 yg bener2 aneh
11 tahunn??,hummm..
let me guess..
this is your story???